Bungo,Rabu 11 Agustus 2021, Beredarnya video beberapa anggota dewan terhormat Bungo meminta dicairkannya SPPD yang sudah telat tiga bulan menghebohkan dunia maya dan masyarakat Bungo, video yang berdurasi 16 detik itu sudah menyebar luas di media sosial.

Menurut salah satu anggota dewan Bungo yang enggan disebut namanya, video itu sebenarnya bersifat internal dan beliau juga heran kenapa bisa bocor kemasyarakat luas?
Tampak dalam video itu salah satu anggota dewan Bungo dari partai PDIP Gusriandi Rifai dengat suara yang lantang,

“Kami tidak akan hadir jika SPPD tidak cair dan pimpinan tolong perhatikan kami ini”ujar beliau
“Kalau cair baru kami hadir’ sambung beliau

Jika ditelaah ucapan Guriyandi Rifai apakah itu indikasi kabupaten Bungo benar benar dalam keadaan difisit atau memang proses pencairannya yang lamban.?

Salah satu tokoh muda Bungo, Eeng bae atau yang dikenal dengan #MasTerserahMas menanggapi video itu,

Eengbae


“Seharusnya selevel Anggota Dewan Daerah harus mengerti aturan dan tatanan pemerintahan kabupaten minimalnya agar bisa bedakan mana kepentingan pribadi,partai dan masyarakat, agar layak disebut anggota dewan yang terhormat” ucap bang Eengbae.

“Tentu kepentingan masyarakatlah yang diutamakan untuk diperjuangkan, ini merupakan catatan kelam legeslatif  kabupaten Bungo” sambung bang Eengbae.

Dari pantauan tim ranahjambi.com terhadap akun Facebook atas nama Gusriandi Rifai ada statement permintaan maaf kepada masyarakat Bungo.

Hingga berita ini di publish belum ada tanggapan dan tindakan dari Partai yang anggotanya termasuk dalam video yang menggelitik warga Bungo itu.(tim)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *